Sabtu, 12 Mei 2012

Munculnya Ya'juj dan Ma'juj ( Tanda Hari Kiamat )

   1.   Munculnya Ya’juj dan Majuj tanda dekatnya kiamat
Dari Zaenab binti jahsi bahwa Rasululloh datang kepadanya dalam keadaan kaget dan bersabda, “Laa ilaaha illallah, celakalah orang Arab karena kejahatan yang sudah dekat ! Tembok yajuj dan Majuj sudah terbuka sebesar ini.” Dan beliau membuat lingkaran dengan ibu jari dan telunjuknya. Zaenab bertanya , ‘Ya Rasululloh, apakah kita akan binasa padahal ada orang2 shaleh diantara kita ?’ Beliau menjawab, “Ya, jika kekejian telah merajalela!” (H.R. Bukhari, bab Fitnah subbab Yajuj & Majuj, Fath al bari XIII h 106)
Siapakah mereka ?


Al Hafizh Ibnu Hajar lebih memilih pendapat yang mengatakan bahwa mereka adalah dua kabilah dari keturunan Yafits bin Nuh, yang keduanya adalah keturunan dari Adam dan Hawa.
Hal ini diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Abu Said al Khudriy bahwa Nabi saw bersabda,
”’Wahai Adam.’ Adam berkata,”Labbaik wa sa’daik dan kebaikan ada pada-Mu.’ Allah berfirman,”Keluarkanlah ba’sannnar.” Adam bertanya,”Apa itu ba’tsannar?” Allah berfirman,”Dari setiap 1000 orang ia ada 999 orang maka pada saat itu anak kecil akan beruban, seorang yang hamil akan meletakkan kandungannya dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal Sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” (QS. Al Hajj : 2).’ Para sahabat bertanya,”Wahai Rasulullah manakah diantara kami yang satu itu (1000 – 999) ?” beliau saw menjawab,”Bergembiralah kalian, sesungguhnya seorang dari kalian sama dengan 1000 orang dari Ya’juj dan Ma’juj.” Kemudian beliau saw bersabda,”Demi yang jiwaku berada ditangan-Nya, aku berharap kalian menempati seperempat penduduk surga.” Maka kami pun bertakbir. Lalu beliau saw bersabda,”Aku berharap kalian menempati sepertiga penduduk surga.” Maka kami pun bertakbir. Lalu beliau saw bersabda,”Aku berharap kalian menempati separuh penduduk surga.” Maka kami pun bertakbir. Lalu beliau bersabda,”Tidaklah kalian diantara manusia kecuali bagai sehelai bulu hitam dibadan seekor sapi putih atau bagai sehelai bulu putih dibadan seekor sapi hitam.”
Didalam fatwa al Lajnah Ad Daiimah Lil Buhuts wa al Ifta disebutkan bahwa ya’juj dan ma’juj ini berada di benua Asia, sebelah utara Cina.
Karenanya Ya’juj dan Ma’juj adalah turunan paman-paman dari Turki (yaitu bangsa-bangsa Cina, Rusia, Mongolia. Bermuka lebar, bermata sipit (kecil), berambut pirang (hitam keputih-putihan atau keruh seperti awan), seakan-akan wajah mereka adalah seperti meja yang bundar. Ciri-ciri mereka yang seperti itu telah diterangkan oleh Rasulullah saw dalam hadits marfu’ yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari Abu Harmalah dari bibinya.

2.    Dimana mereka sekarang ?

Allah swt berfirman :
Artinya : “Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, Maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, Maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (QS. Al Kahfi : 93 – 95)
Jadi Ya’juj dan Ma’juj terkurung dibelakang dinding yang dibangun oleh Dzulqornain untuk mereka dikarenakan mereka banyak melakukan kerusakan dan kejahatan di muka bumi.

Dinding penghalang itu tebal, teguh dan tinggi menjulang yang terbuat dari besi dan tembaga yang dicampur, sehingga mereka tidak dapat melubanginya karena saking tebalnya dan tidak pula dapat memanjatnya karena saking tinggi dan licinnya. Dinding tersebut dibangun antara dua pembatas yang besar yaitu dua gunung yang besar.

3.    Cerita keluarnya Ya’juj dan Ma’juj dari dinding
Keluarnya mereka dari kurungan memiliki cerita tersendiri yang disebutkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam hadits no 3153 dan Ibnu Majah no. 4131 dari Abu Hurairah, dan dishahihkan oleh al-Albani di Silsilah Shahihah no. 1735. Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membongkarnya setiap hari, sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari. Pemimpin mereka berkata, ‘Kita pulang, kita teruskan besok’. Lalu Allah mengembalikannya lebih kuat dari sebelumnya. Ketika masa mereka telah tiba dan Allah ingin mengeluarkan mereka kepada manusia, mereka menggali, ketika mereka hampir melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata, ‘Kita pulang, kita teruskan besok insya Allah Taala’. Mereka mengucapkan insya Allah. Mereka kembali ke tempat mereka menggali, mereka mendapatkan galian seperti kemarin. Akhirnya mereka berhasil menggali dan keluar kepada manusia. Mereka meminum air sampai kering dan orang-orang berlindung di benteng mereka. Lalu mereka melemparkan panah-panah mereka ke langit dan ia kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata, ‘Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan mengungguli penghuni langit.”

4.    Sepak Terjang Ya’juj dan Ma’juj serta akhir kesudahannya

Hadits panjang dari an Nawwas ibn Sam’an, Rasululloh bersabda,
“Kemudian datang kepada Isa ibn Maryam suatu kaum yang dilindungi Alloh dari Dajal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan menceritakan derajat mereka di surga. Pada saat dia sedang melakukan hal itu Alloh mewahyukan kepada Isa , “Aku telah mengeluarkan hamba2Ku yang tidak mampu diperangi oleh seorangpun. Hambu2-Ku naik ke gunung untuk berlindung dan mencari keamanan.’ Alloh mengutus Yajuj dan Majuj. Mereka keluar dengan cepat dari setiap tempat yang tinggi. Rombongan pertama mereka melewati danau Thabariyah (sebuah danau besar di palestina) yang berair lezat lalu mereka meminumnya. Kemudian rombongan terakhir mereka melewatinya dan berkata, ‘Disini pernah ada air.’ Kemudian nabi Isa dan para sahabatnya lalu berdoa kepada Alloh, maka Alloh mengirimkan ulat2 ke leher Yajuj dan Majuj, sehingga Yajuj dan Majuj itu mati sekaligus. Isa dan para sahabatnya kemudian turun. Mereka mendapati setiap jengkal tanah dipenuhi bau dan lendir mayat2. Isa dan para sahabatnya kemudian berdoa kepadda Alloh , dan Dia mengirimkan burung2 seperti unta Khurasan yang mengambil dan membuang mayat2 itu ke tempat yang dikehendakiNya. Kemudian Dia menurunkan hujan yang membasahi seluruh tanah dan mencuci bumi sehingga menjadi laksana cermin.” (HR Muslim IV h2254 no 2937)

1.    Al Qur’an
2.    Shahih Bukhari
3.    Shahih Muslim
4.    Sunan At Tirmidzi
5.    Tafsir Ibnu Katsir
6.    Fatawa Lajnah Daimah
7.    Az-Zuhaily, Tafsir Al-Munir
8.    Dr. Thaha Ad-Dasuqy, ‘Aqidatuna Wa Shilatuha Bil Kaun Wal Insan Wal Hayat, Darul Huda, Kairo, 1995.
9.    Syekh Sya’ban ‘Abdulhadi Abu Rabah, Islamiyat, Haqaiq Fi Dzilli Tauhid Al-Ara Al-Islamiyah, Muassasah Al-’Arabiyah Al-Haditsiyah, Kairo, 1991.
10. Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, al-Syarif al-Idrisi,
11. Hari Kiamat Sudah Dekat, Yusuf bin Abdillah bin Yusuf Al Wabil
12. Ya’juj dan Ma’juj sudah Muncul di Cina, Hamdi bin Hamzah Abu Zaid.

0 komentar:

Poskan Komentar

Chat

Radio Rodja

Radio Rodja 756AM

Ajaran Islam

ketahuilah